Epistemologi keilmuan

logo EU
  1. Epistemology adalah ilmu yang mempelajari tentang asal, susunan, metoda dan absahnya pengetahuan. Epistemology ilmu yang mempelajari tentang cara mendapatkan ilmu pengetahuan
  2. Cara mendapatkan pengetahuan yang benar adalah dengan metoda ilmiah karena cara mendapatkan pengetahuan dengan mitos, akal sehat, empiris dan rasio yang kesemuanya memiliki kelemahan.
  3. Hasil mitos : (a) Penjelasan terjadinya suatu peristiwa yang dianggap sebagai perbuatan tokoh supranatural, (b) Meramalkan bahwa  peristiwa  luar biasa akan terjadi jika tokoh supranatural berulah dan (c) Mengontrol  kejadian dengan sesaji yang diberikan agar tokoh supranatural tidak terus berbuat ulah
  4. Kelemahan mitos : (a) Memberikan pedoman mengapa dan bagaimana peristiwa bersifat mistis dan (b) Cara mitos mendapatkan pengetahuan  tidak dapat diterima akal sehat
  5. Hasil akal sehat : (a) Tradisi yang menitik beratkan gejala empiris dan (b) Seni terapan yang berbentuk kebiasaan yang tidak berdasarkan teori
  6. Kelemahan akal sehat : (a) Mengandalkan asumsi yang tidak teruji kebenarannya dan (b) Mengabaikan postulat yang teoritis  dan tidak menunjang pengembangan teori.
  7. Hasil empiris : (a) Pengetahuan a posteriori (analitis a posteriori) yaitu pengetahuan yang terjadi akibat pengalaman (Emmanuel Kant) dan (b) Pengetahuan diskursif  yaitu pengetahuan yang bersifat inderawi atau pengetahuan diperoleh melalui penggunaan perantara atau simbol-simbol untuk mengatakan sesuatu atau menerjemahkan sesuatu (Henry Bergson)
  8. Kelemahan empiris : (a) Pengetahuan empiris dapat salah akibat keterbatasan kemampuan indera manusia dan (b) Fakta yang diperoleh tidak dapat digeneralisasi karena seringkali hanya berupa kumpulan fakta belaka
  9. Hasil rasio : (a) Pengetahuan a priori atau sintesis a priori ð pengetahuan telah ada sebelum pengalaman (Emanuel Kant) dan (b) Pengetahuan intuisi ð pengetahuan yang diperoleh secara langsung, bukan hasil analisa (Henry Bergson)
  10. Kelemahan rasio : (a) Pengetahuan bersifat subyektif  karena kebenaran dipandang dari sudut pandang orang yang menyatakan dan (b) Pengetahuan bersifat solipsistic karena membenarkan sesuatu menurut dirinya sendiri
  11. Gabungan pendekatan rasio dan empiris menyebabkan  kelemahan pengetahuan yang diperoleh dengan rasio  dilengkapi dengan empiris, sehingga menghasilkan pengetahuan yang rasional sekaligus teruji. Gabungan tersebut dinamakan metoda ilmiah.
  12. Metoda ilmiah adalah cara mendapatkan pengetahuan yang rasional dan sekaligus teruji yang dinamakan ilmu pengetahuan.
  13. Metoda ilmiah adalah cara mendapatkan ilmu pengetahuan  dengan langkah-langkah yang disebut dengan logico hypotetico verifikasi
  14. Logico hypotetico verifikasi terdiri dari : (a) Pengajuan masalah, (b) Penyusunan kerangka teori, (c) Perumusan hipotesis, (d) Pengujian hipotesis dan (e) Penarikan kesimpulan
  15. Masalah adalah kesenjangan kondisi yang diinginkan (teoritis, rasio) dengan kondisi yang dialami (faktual, empiris)
  16. Penyusunan kerangka teori dilakukan  dengan pendekatan rasio untuk   menjawab permasalahan yang diajukan
  17. Hipotesis merupakan jawaban teoritis terhadap  masalah. Jawaban teoritis tersebut adalah jawaban sementara yang diperoleh dari kerangka teori dan kerangka berpikir
  18. Hipotesis diuji dengan cara mengumpulkan fakta yang relevan dengan menggunakan  pendekatan empiris
  19. Penarikan kesimpulan adalah penilaian terhadap hasil pengujian hipotesis sehingga dilakukan dengan pendekatan rasio dan empiris.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>