Epistemology

MATERI BELAJAR PENGANTAR FILSAFAT,  OLEH : MULYO WIHARTO

LEKTOR KEPALA, UNIVERSITAS ESA UNGGUL JAKARTA

  1. Epistemology adalah ilmu yang mempelajari tentang asal, susunan, metoda dan absahnya pengetahuan.  Epistemology adalah ilmu yang mempelajari tentang cara mendapatkan ilmu pengetahuan
  2. Cara mendapatkan pengetahuan : (a) mitos, (b) akal sehat, (c) empiris, (d) rasio dan (e) metoda ilmiah
  3. Mendapatkan pengetahuandengan mitos dilakukan dengan mengamati berbagai gejala alam sekitar,  gejala alam yang luar biasa  dikaitkan dengan perbuatan tokoh luar biasa (tokoh supranatural). Gejala alam sukar diramalkan, dikaitkan dengan watak tokoh supranatural, tokoh yang biasanya penuh kasih sayang tiba-tiba menjadi pemarah dan murka, maka dibuatkan sesaji
  4. Pengetahuan yang diperoleh akal sehat (common sense) menggunakan metoda mencoba-coba (trial and error). Pengetahuan bersifat deskriptif, artinya  menitik beratkan gejala empiris. Pengetahuan bersifat terbatas, artinya  tidak menunjang perkembangan teori
  5. Empiris : Akal sehat diperoleh dengan cara mencoba-coba, tidak berdasar teori dan masuk akal sehat belum tentu benar. Menemukan pengetahuan dengan menyimpulkan sesuatu berdasarkan pengalaman, diperoleh dengan perantaraan panca indera, melalui empiris atau berpikir induktif
  6. Rasio : Pengetahuan  terletak pada akal, bukan di luar akal. Kebenaran terletak dalam ide seseorang, bukan dalam diri sesuatu. Pengalaman empiris sekedar perangsang pikiran untuk menentukan kebenaran sesuatu atau berpikir deduktif
  7. Pengetahuan empiris dapat salah akibat keterbatasan kemampuan indera manusia. Fakta yang diperoleh tidak dapat digeneralisasi dan fakta seringkali hanya berupa kumpulan fakta belaka. Penggunaan rasio menyebabkan pengetahuan bersifat subyektif, maksudnya kebenaran dipandang dari sudut pandang orang yang menyatakan. pengetahuan juga bersifat solipsistic, maksudnya membenarkan sesuatu menurut dirinya sendiri
  8. Metoda ilmiah adalah prosedur mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu pengetahuan. Pengetahuan yang cara mendapatkannya dilakukan dengan syarat-syarat tertentu atau langkah-langkah tertentu yang disebut logico hypotetico verifikasi
  9. Logico hypotetico verifikasi terdiri dari langkah-langkah : a) Pengajuan masalah, (b) Penyusunan kerangka teori, (c) Perumusan hipotesis, (d) Pengujian hipotesis dan (e) Penarikan kesimpulan.

3 thoughts on “Epistemology”

  1. When someone writes an piece of writing he/she retains the image of a user in his/her brain that how
    a user can understand it. Therefore that’s
    why this article is great. Thanks!

    my weblog – losing weight (Alonzo)

  2. This is a good tip especially to those fresh to the blogosphere.
    Simple but very accurate info… Thank you for sharing this one.
    A must read post!

    Look at my blog – garcinia cambogia extract side effects
    (Lawanna)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>