1039 – Mulyo Wiharto | Dosen Universitas Esa Unggul | Page 6

Mencapai tujuan

  1. Untuk mencapai tujuan dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : (1) menentukan tujuan, (2) evaluasi diri, (3) mencari strategi, (4) menyusun rencana, (5) melaksanakan kegiatan
  2. Tentukan tujuan dengan mendeskripsikan tujuantersebut dengan kalimat positif, menentukan indikator keberhasilan dan jangan lupa untuk mensosialisasikannya kepada relasi atau orang-orang terdekat
  3. Continue reading Mencapai tujuan

Resiko usaha

  1. Resiko adalah  sesuatu yang buruk (sesuatu yang tidak dinginkan) baik yang sudah diperhitungkan maupun yang tidak diperhitungkan sebagai akibat suatu tindakan atau kegiatan
  2. Menghadapi resiko diperlukan kreativitas, yaitu kemampuan untuk mendorong ide baru  guna menghadapi rintangan yang mewujudkan ide menjadi realitas
  3. Continue reading Resiko usaha

Penyusunan staf

MATERI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN,  OLEH : MULYO WIHARTO

LEKTOR KEPALA, UNIVERSITAS ESA UNGGUL JAKARTA

.

  1. Penyusunan staf berhubungan dengan penetapan orang-orang yang akan memangku jabatan yang ada dalam organisasi. Penyusunan staf adalah menyusun tenaga kerja sedemikian rupa sehingga tersedia tenaga kerja dalam kuantitas dan kualitas yang dibutuhkan
  2. Continue reading Penyusunan staf

Rencana pemasaran

MATERI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN,  OLEH : MULYO WIHARTO

LEKTOR KEPALA, UNIVERSITAS ESA UNGGUL JAKARTA

.

  1. Pemasaran adalah kegiatan meneliti kebutuhan dan keinginan konsumen (probe), dalam menghasilkan barang dan jasa (product). Tujuan pemasaran adalah bagaimana agar barang dan jasa yang dihasilkan disukai, dibutuhkan, dan dibeli oleh konsumen.
  2. Continue reading Rencana pemasaran

Menilai rencana produksi

Format          : Berkelompok

Waktu           : 30-60 menit

Tempat         : Didalam   ruangan

Peserta         : 15-50 orang

 

Gambaran Situasi

Satu kelompok Bagian Marketing membeberkan hal yang paling sulit ditangani di lapangan didalam menjual produk baru yang dihasilkan perusahaan. Kesulitan tersebut diduga karena produk tersebut tidak sesuai dengan keinginan masyarakat pelanggan. Kondisi ini dilaporkan kepada Direktur Operasional/Produksi dan diadakan suatu rapat terbatas antara bagian marketing dan produksi. Dari rapat dilaporkan bahwa pelangga tidak cocok dengan ukuran, bentuk (model)  dan harga. Hal ini diketahui dari hasil survey penjulan pada saat lounching product, dan  kurang ditanggapi (respon) oleh bagian produksi. Akibatnya produk telah dilemparkan kepasar selama 1 tahun,  perusahaan mengalami kerugian sebesar 1 milyar rupiah.

 

Tujuan

Bagaimana seorang wirausaha harus membuat keputusan dan pemecahan masalah secara jitu dengan saling bertukar solusi dengan orang membantunya,  Keputusan-keputusan tersebut berkaitan dengan keputusan produksi, target pasar dan harga. Sehingga kerugian di tahun pertama akan tertutup pada tahun-tahun berikutnya.

 

Prosedur

Dalam sebuah kuliah, peserta dikelompokkan dalam 3 Kelompok A,B,C. kelompok A terdiri dari   bagian produksi, kelompok B bagian pemasaran dan kelompok C wirausaha dan penanam modal lainnya.

Kelompok A  melaporkan bagaimana dibagiannya memproduksi barang dengan target kepuasan konsumen dengan melihat kualitas dan ukuran barang. Sehingga menyebabkan perhitungan biaya produksi perunit tinggi.

Kelompok B diminta untuk membahas kesulitan pemasaran serta target pasar yang tidak tercapai. Serta menyampaikan laporan hasil pengamatan dari keinginan konsumen yang harus direspon oleh perusahaan terutama bagian produksi.

 

Kelompok C membuat keputusan berdasarkan hasil diskusi dan laporan dari masing-masing bagian. Bagaimana seorang wirausaha harus mensikapi kondisi usaha yang dialaminya. Apakah produk yang baru 1 tahun diperkenalkan di pasar harus berhenti  atau   dilanjutkan. Tentunya hal ini diperlukan informasi dan tanggapan  dari berbagai pihak dalam perusahaan yang dipimpinnya.

Hasil diskusi

  1. Dapat melihat terjadinya problem usaha yang terjadi dari simulasi tersebut.
  2. Cara efektif apa yang bisa diterapkan untuk mendapatkan sharing terbaik mengenai persolan tersebut dan pemecahaannya?
  3. Dapat mengetahui bahwa, keberhasilan suatu usaha diawali oleh kemampuan   melihat pasar dan dapat diimplimentasikan dalam memproduksi barang.

 

Rencana keuangan

MATERI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN,  OLEH : MULYO WIHARTO

LEKTOR KEPALA, UNIVERSITAS ESA UNGGUL JAKARTA

.

  1. Sumber dana pemasukan berasal dari modal (equity), pinjaman (debt) dan organisasi investasi (venture)
  2. Penggunaan dana perusahan adalah untuk aktiva lancar (kas, surat berharga, piutang, persediaan, dsb) dan aktiva tetap (tanah gedung, pabrik, peralatan, dsb)
  3. Continue reading Rencana keuangan

Kelayakan bisnis

Menurut Anda apakah rencana usaha yang dibuat oleh kelompok 1, 2, 3, 4, atau 5 dapat disebut layak dari aspek payback periode, benefit cost ratio (BC Ratio), net present value (NPV) dan internal rate of return (IRR) ?

Sebagai informasi :

  1. Payback Periode adalah metoda untuk mengukur seberapa cepat investasi bisa kembali dalam satuan tahun, perbandingan nilai investasi semula (initial investment) dengan aliran kas (cashflow), bila hasilnya kurang dari waktu yang ditentukan maka proyek tersebut diterima
  2. Benefit Cost Ratio (BC Ratio) adalah metoda yang digunakan untuk mengetahuo besaran keuntungan dan kerugian suatu proyek dengan memperhitungkan biaya yang dikeluarkan dan manfaat yang diperoleh
  3. Net Present Value (NPV) adalah analisis manfaat finansial untuk mengukur kelayakan usaha berdasarkan arus kas bersih yang akan diterima, yakni laba bersih usaha ditambah penyusutan dibandingkan dengan nilai sekarang
  4. Internal Rate Of Return (IRR) adalah metoda untuk membuat peringkat usulan investasi dengan menggunakan tingkat pengembalian investasi berdasarkan tingkat diskonto yang diharapkan dibandingkan dengan nilai sekarang, bila nilainya lebih besar dibanding tingkat bunga, maka proyek tersebut diterima

Presentasi bisnis

Secara umum komunikasi dapat diartikan sebagai  penyampaian informasi, ide atau gagasan atau perasaan dari seseorang kepada orang lain. Komunikasi disebut pula sebagai proses dialogis terus menerus diantara dua atau lebih orang yang menukarkan tanda-tanda demi suatu pengertuan dan pemahaman bersama.

Komunikasi mempunyai unsur-unsur yang membentuk keberlangsungan komunikasi dengan baik, yakni :

1)      Komunikator

2)      Komunikan

3)      Pesan

4)      Media atau saluran

5)      Pengirim (encoding)

6)      Penerima (deecoding)

7)      Konteks atau latar belakang

8)      Umpan balik (feedback)

Dalam berkomunikasi, seseorang dapat melakukan komunikasi dalam bentuk informasi komunikasi yang memberikan informasi secara umum, edukatif, stimulatif, dan persuasif. Komunikasi persuasif dilakukan untuk membujuk secara halus, melakukan ajakan dengan meyakinkan seseorang atau melakukan motivasi dan komunikasi ini biasanya memerlukan waktu yang cukup lama. Komunikasi lain yang juga biasa dilakukan adalah komunikasi instruktif yang berupa arahan, dan perintah yang berlangsung cepat  dan efektif, namun terlihat otoriter.

Bentuk komunikasi dapat berwujud komunikasi verbal dan non verbal. Komunikasi verbal  disampaikan kepada seseorang yang dipikirkan atau dikehendaki, membicarakan sesuatu atau untuk bertukar pikiran dalam bentuk komunikasi jarak jauh, melalui surat atau telepon. Komunikasi non verbal disampaikan melalui bahasa tubuh: tatapan mata, senyuman, belaian, ciuman dan sebagainya, dan komunikasi ini biasanya mengggunakan ekspresi atau mimik wajah.

Ada pula yang membagi komunikasi dalam bentuk komunikasi pribadi, komunikasi antar kelompok dan komunikasi masa. Komunikasi pribadi disebut komunikasi intra personal atau  inter personal,.  Komunikasi antar kelompok berlangsung antara  komunikator dengan kelompok. Komunikasi masa dilakukan dengan menggunakan media, seperti radio, televisi, surat kabar, majalah, brosur dan sebagainya

Dalam berkomunikasi, dikembangkan model-model komunikasi tertentu. Berlo mengembangkan model komunikasi SCMR, yakni :

1)      S = Sender (pengirim)

2)      M = Message (pesan)

3)      C = Channel (saluran)

4)      R = Receiver (penerima)

Harold Lasswell mengembangkan model komunikasi lain dengan mengajukan beberapa pertanyaan sebagai berikut :

1)      Dari siapa? (menganalisis  komunikator)

2)      Apa? (menganalisis isi)

3)      Memakai saluran apa?  (menganalisis media)

4)      Kepada siapa? (menganalisis penerima)

5)      Mengakibatkan apa? (mengalisis pengaruh)

Kriteria media presentasi :

1) Menggunakan media yang mempermudah pencapaian tujuan
2) Menggunakan lebih dari satu media (alat) yang sesuai dengan tujuan
3) Menggunakan media yang dapat merangsang minat pendengar
Macam-macam media :
1) Media auditif ð Mengandalkan suara, radio, cassette recorder, piringan hitam
2) Media visual ð Mengandalkan penglihatan, film rangkai, film strip, film bingkai/slide, foto, gambar, lukisan
3) Media audio visual ð Mempunyai unsur suara dan gambar, audio visual diam,  audio visual bergerak

Menilai Kelayakan Keuangan Usaha

Kelayakan bisnis ditentukan oleh payback periode, benefit cost ratio, net present value dan internal rate of return dengan indikator-indikator sebagai berikut :

  1. Payback Period adalah metoda untuk mengukur seberapa cepat investasi bisa kembali dalam satuan tahun, perbandingan nilai investasi semula (initial investment) dengan aliran kas (cashflow), bila hasilnya kurang dari waktu yang ditentukan maka proyek tersebut diterima
  2. Sebuah rencana usaha yang diasumsikan akan mengembalikan investasi dalam waktu 5 tahun, namun bila perhitungan Payback Period nya kurang dari 5 dapat dikatakan bahwa rencana usaha itu layak.
  3. Benefit Cost Ratio (BC Ratio) adalah metoda yang digunakan untuk mengetahui besaran keuntungan dan kerugian suatu proyek dengan memperhitungkan biaya yang dikeluarkan dan manfaat yang diperoleh
  4. Benefit Cost Ratio (BC Ratio) yang baik harus melebihi angka 1,00 dan bila sebaliknya atau di bawah 1,0 dapat dikatakan memiliki Benefit Cost Ratio (BC Ratio) yang buruk alais kurang layak.
  5. Net Present Value (NPV) adalah analisis manfaat finansial untuk mengukur kelayakan usaha berdasarkan arus kas bersih yang akan diterima, yakni laba bersih usaha ditambah penyusutan dibandingkan dengan nilai sekarang.
  6. Net Present Value (NPV) yang baik adalah positif yang menandakan bahwa rencana usaha dinilai layak dari aspek Net Present Value (NPV)
  7. Internal Rate Of Return (IRR) adalah metoda untuk membuat peringkat usulan investasi dengan menggunakan tingkat pengembalian investasi berdasarkan tingkat diskonto yang diharapkan dibandingkan dengan nilai sekarang, bila nilainya lebih besar dibanding tingkat bunga, maka proyek tersebut diterima
  8. Internal Rate Of Return (IRR) yang dinilai baik adalah melebihi nilai suku bunga yang sedang berjalan. Bila nilai Internal Rate Of Return (IRR) di bawah nilai suku bunga maka rencana usaha tersebut dinilai tidak layak.

 

Dosen Universitas Esa Unggul