1039 – Mulyo Wiharto | Dosen Universitas Esa Unggul | Page 7

Menilai Kelayakan Keuangan Usaha

Kelayakan bisnis ditentukan oleh payback periode, benefit cost ratio, net present value dan internal rate of return dengan indikator-indikator sebagai berikut :

  1. Payback Period adalah metoda untuk mengukur seberapa cepat investasi bisa kembali dalam satuan tahun, perbandingan nilai investasi semula (initial investment) dengan aliran kas (cashflow), bila hasilnya kurang dari waktu yang ditentukan maka proyek tersebut diterima
  2. Sebuah rencana usaha yang diasumsikan akan mengembalikan investasi dalam waktu 5 tahun, namun bila perhitungan Payback Period nya kurang dari 5 dapat dikatakan bahwa rencana usaha itu layak.
  3. Benefit Cost Ratio (BC Ratio) adalah metoda yang digunakan untuk mengetahui besaran keuntungan dan kerugian suatu proyek dengan memperhitungkan biaya yang dikeluarkan dan manfaat yang diperoleh
  4. Benefit Cost Ratio (BC Ratio) yang baik harus melebihi angka 1,00 dan bila sebaliknya atau di bawah 1,0 dapat dikatakan memiliki Benefit Cost Ratio (BC Ratio) yang buruk alais kurang layak.
  5. Net Present Value (NPV) adalah analisis manfaat finansial untuk mengukur kelayakan usaha berdasarkan arus kas bersih yang akan diterima, yakni laba bersih usaha ditambah penyusutan dibandingkan dengan nilai sekarang.
  6. Net Present Value (NPV) yang baik adalah positif yang menandakan bahwa rencana usaha dinilai layak dari aspek Net Present Value (NPV)
  7. Internal Rate Of Return (IRR) adalah metoda untuk membuat peringkat usulan investasi dengan menggunakan tingkat pengembalian investasi berdasarkan tingkat diskonto yang diharapkan dibandingkan dengan nilai sekarang, bila nilainya lebih besar dibanding tingkat bunga, maka proyek tersebut diterima
  8. Internal Rate Of Return (IRR) yang dinilai baik adalah melebihi nilai suku bunga yang sedang berjalan. Bila nilai Internal Rate Of Return (IRR) di bawah nilai suku bunga maka rencana usaha tersebut dinilai tidak layak.

 

Dosen Universitas Esa Unggul